“Kok diem? Gak mau?” Pertanyaan Bintara membuat Maharani langsung tersadar. “Enggak, Mas. Terserah kamu aja, kamu yang atur. Kalau gitu, cutiku di sini aku batalin dulu. Kamu secepatnya kirim kabar, biar aku gak mendadak kalau mau cuti,” jelas Maharani. Bintara terdiam sejenak, sepertinya lelaki itu sedang memikirkan sesuatu. “Hmm ... kamu cuti besok, ya?”tanya Bintara. “Iya. Kan sebelumnya Mas Bin bilang mau jemput hari ini.” “Kamu cuti lusa saja, besok aku bakal pulang dan jemput kamu. Kamu nambah jadwal cuti bisa gak? Tiga atau empat hari gitu?” Maharani tak langsung menjawab. Dia bingung sendiri, bisakah dia menambah waktu cuti sedangkan keadaan di klinik belum benar-benar stabil. Namun, jika tidak menyetujui permintaan Bintara, pasti suaminya itu akan sangat kecewa. Bintara se

