Maharani terus mencoba menghubungi Bintara, tapi tak tersambung. Pikiran Maharani sudah berkelana ke mana-mana. Bayangan hal yang bruruk terjadi kepada lelaki itu terus membayangi. “Jangan sekarang. Aku mohon jangan sekarang, Tuhan.” Disela kepanikannya, Maharani berdoa sendiri agar segala pikiran buruk yang ada di kepalanya tidak benar-benar terjadi. Dia baru saja merasakan kebahagiaan. Dia baru saja merasa sangat disayang dan dibutuhkan. Dia baru saja merajut mimpi untuk hidup bahagia bersama Bintara. Jadi, Maharani berharap segala apa yang dia punya saat ini tidak secepatnya terenggut paksa. Maharani melihat lagi panggilan dari Bintara. Pukul 11.00, sudah sejak siang tadi berarti, tapi kenapa sekarang sudah sangat sulit dihubungi? Di tengah kekalutannya, Maharani teringat dengan Er

