Lingga Mengomel

1112 Kata

Waktu sudah menunjukkan sore hari, Lingga keluar kamarnya dengan lesu. Hari ini, dia benar-benar tidak berangkat bekerja. Bukan lantaran sakit seperti yang dia bilang kepada Astri, tapi lebih karena merasa sesak dengan jawaban yang dipilih oleh Lingga. Lewat Balkon kamarnya, Lingga menatap rumah yang dikeliling kaca diseberang rumahnya itu. rumah siapa lagi kalau bukan rumah Maharani. Dari tempatnya berdiiri, terdlihat rumah itu sangat sepi, tak ada aktivitas yang terlihat, mungkinkah Maharani telah pergi? Lingga menggeleng beberapa kali. Tidak mungkin gadis itu secepat ini pergi, lagi pula dia tidak bisa melihat seisi rumah, hanya halaman depan saja, mungkin saja gadis itu sedang tidur atau bahkan melakukan aktivitas lain di dalam. Lingga hendak berbalik dan masuk ke dalam rumah, tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN