Lagi-lagi dipatahkan

1003 Kata

”Ayuk, duduk sini!” ajak Lingga saat mereka sudah sampai di tempat makan yang Lingga maksud tadi. Tempat makan ini memang tak terlalu besar, kalau di Surabaya, Maharani sering menyebutnya warung malahan. Tapi dilihat dari antriannya yang banyak padahal masih begitu pagi, ini membuktikan bahwa makanan di sini memanglah enak. Awalnya Maharani ingin sekali menolak ajakan Lingga. Dia masih kesal karena Lingga tak mau menurutinya untuk menghapus foto. Namun, karena dia penasaran dan perutnya juga mulai lapar, lagi-lagi dia hanya bisa pasrah. “Kamu mau makan apa? Tapi di sini hanya ada pecel aja sih, ikannya saja yang beda,” jelas Lingga dengan tertawa nyengir. Maharani yang sebelumnya memang sudah sebal dengan Lingga makin mengerucut saja bibirnya mendengar tawaran tak jelas dari lelaki it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN