Maharani keluar dari ruangannya, dia berjalan menuju kemeja Maharani. Lelaki itu terlihat begitu sennag saat Maharani datang menghampiri. Dia merasa mungkin ini waktu yang pas untuk kemabli menjalin kasih dengan mantan kekasih yang paling dia cintai itu. “Kenapa? Ada yang mau kamu tanyakan padaku? Aku punya banyak waktu,jangan sungkan.” Lingga menawarkan diri dengan begitu percaya dirinya. Maharani menghela napas, dia menarik satu kursi di hadapan Lingga dan duduk di sana. “Mas, langsung saja. aku tak tahu apa maksudmu. Kamu tiba-tiba datang ke sini, menggoda seperti itu di depan karyawankyu, jujur aku tidak suka. Aku tidak ingin mereka beranggapan yang aneh-aneh padaku. Suamiku baru meninggal sepuluh hari yang lalu, dan sekrang kamu datang membuatku seperti wanita murahan.” “Bukann be

