Lingga terus memperhatikan gera-gerik Maharani dibalik kaca. jika sebelumnya Maharani tak pernah ada di bidang ini, tentu saja ini akan menjadi hal yang sulit baginya. Tak gampang mempelajari dunia ini hanya dengan hitungan hari. Apalagi sepertinya tak ada orang yang mengarahkannya. Lingga mengambil ponsel dari dalam sakunya. Dia mengarahkan kamera ke arah Maharani dengan zoom semaksimal mungkin. Jangan ingatkan Lingga dengan larangan mengambil foto orang diam-diam, atau pun mengancam akan melaporkan ndia ke polisi atau ke Maharani sendiri. Percuma, lelaki itu tidak akan peduli. Meskipun memang tak seberapa jelas, tapi siluet yang dihasilkan dari bidikan kameranya sudah membuat Lingga bahagia. Usai puas memandangi foto yang dia ambil, kini Lingga mengetikkan sebuah pesan kepada gadis ya

