“Loh, Pak Lingga?” Lingga dan Maharani menoleh saat mendengar suara Chef Rambo yang datang tiba-tiba. Maharani berdoa semoga lelaki itu tak mendengar apa yang baru saja Lingga katakan. “Hai, Chef. Iya, tadi kebetulan lewat dan belum sarapan. Jadi, kenapa tidak sekalian mampir saja?” jelas Lingga. Chef Rambo yang baru saja mengantarkan sajian istimewanya kepada seorang pelanggan menatap heran ke arah Lingga. Bibirnya memang tersenyum mengiyakan, tapi tidak dengan pemikirannya. Bertahun-tahun melakukan kerja sama, Lingga jarang sekali mampir ke restoran. Bahkan untuk ketemu langsung dengan Bintara pun, hanya di momen-momen tertentu. Jadi, jika tiba-tiba sekarang lelaki itu muncul padahal kemarin mereka baru saja bertemu. salahkan jika Chef Rambo menaruh curiga? “Oh, tentu, Pak Lingga,”

