BAB 40 Meskipun sedikit ambigu dengan ucapan Lingga, Mharani mau tidak mau hanya bisa menuruti lelaki itu. dia sendiri tak tahu di mana tempat gudang sayuran. Jadi, dari pada dia tersesat, menuruti ucapan Lingga adalah pilhan terbaik. Maharani dan Lingga berjalan bersisian menuju tempat yang Lingga maksudkan. Seamkin masuk ke dalam, Maharani semakin dibikin takjub dengan pernak-pernik yang ada di kantor itu. Maharani hampir lupa kalau dia sedang berada di Bali saat ini. “Aku memang sengaja mendesain kantor ini agar seperti Jogja. Biar aku bisa merasakan berada di sana. Karena kesibukan di sini, aku jadi jarang sekali pulang.” Lingga memulai obrolan. Maharani menoleh sejenak, Lingga seakan tahu isi pikirannya yang sedari tadi bertanya-tanya, kenapa begitu khas dengan Jogja. “Anak istr

