Anggun memeluk Maharani berkali-kali, kebahagiaan yang dirasakan oleh temannya itu pernah juga dia rasakan. Bedanya, jika dulu dia benar-benar merasakah jadi ratu sehari, sedangkan Maharani memilih untuk menuntaskan tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat. "Selamat, ya? Semoga pernikahanmu langgeng. Duh, aku seneng banget lihatnya." Ucapan dan pelukan Anggun hanya bisa Maharani balas dengan perlakuan yang sama. Seperti tadi, gadis itu hanya menangis sesenggukan dalam pelukan Anggun. "Udah, ya? Aku tinggal. Kamu di sini dulu, mungkin suamimu pingin bicara. Biar aku yang handle di klinik," ujar Anggun lagi. "Terima kasih." Kali ini, Maharani berkata lirih. Gadis itu tersenyum lantas menatap kepergian Anggun yang kini sudah tak terlihat lagi. Maharani kembali fokus kepada layar ponsel

