"Dokter Danu?" Maharani menelan ludah melihat dokter Muda itu datang mendekat ke arahnya. Dia bingung harus menjelaskan bagaimana. "Kamu belum jawab pertanyaanku. Benar, haru ini kamu menikah?" Sekali lagi Danu memastikan pertanyaannya. Maharani hanya menganggu pelan. Melihat Maharani mengangguk, Danu mengalihkan pandangannya lurus ke depan. Ada sebuah rasa sakit yang tak bisa dia jabarkan. Meskipun selama ini Maharani tak meresponnya, tapi entah kenapa dia merasa masih punya sedikit harapan. Itulah yang akhirnya membuat dia tak pantang menyerah. "Sama siapa?" Pertanyaan singkat Danu utarakan. Meskipun ada sesak di d**a, tapi keputusan Maharani harus tetap dia hargai. "Mas Bintara. Anak kandung mamaku." Lagi-lagi Maharani hanya mampu menjawab singkat pertannyaan Danu. "Dia lelaki y

