Kabar Bahagia

1125 Kata

Maharani menatap layar ponselnya dengan hati yang tak karuan. Hari ini, dua kabar bahagia menyambutnya. Beberapa bulan lalu, dia memang mangajukan lamaran kerja ke sebuah rumah sakit swasta di kota. Tujuannya bukan untuk mencari gaji yang lebih besar, tapi lebih karena rumah sakit itu dekat dengan rumah. Sebenarnya, asal mau, Maharani bisa masuk ke rumah sakit itu dengan mudah. Erna mempunya sahabat di rumah sakit tersebut, entah berkedudukan sebagai apa, yang jelas beliau mempunyai pengaruh di sana. Usulan tersebut tentu saja Maharani tolak terang-terangan. Dia ingin sukses karena kemampuannya sendiri. Dia ingin tumbuh dari nol dan usahanya. Dan ternyata, semua itu terkabul sekarang. Awalnya, Maharani begitu bahagia dengan kabar ini. Namun, tiba-tiba saja dia merasa enggan meninggalk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN