Menunggu

1264 Kata

“Apa? Kenapa bisa begitu? Kamu tadi kenapa gak ajak Mama buat ketemu Rani?” Persis sesuai dugaan Bintara, Erna langsung menyerangnya dengan banyak pertanyaan. Sejak dalam perjalanan pulang tadi, Bintara sudah sangat menyiapkan mental untuk bertemu mamanya itu. “Aku tadi sudah cari Mama, tapi Mama sibuk menyiapkan catering. Dan kerena masalah ini urgent, jadilah aku menemui Rani sendirian.” Jelas Bintara. Erna sudah bagaikan setrika panas, berjalan bolak-balik sedari tadi. Bintara hanya dia melihat tingkah mamanya dari sofa tempatnya duduk. Untuk kali ini, Bintara mengerti keresahan Erna. Biarpun hanya Akad saja, tapi Erna menyiapkannya dengan begitu detail. "Apa gak ada cara lain? Tutup kiliniknya? Kirim dokter dan perawat perbantuan? Apa bila perlu kita culik paksa Rani?" Bintara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN