Selesai

1006 Kata

Maharani dan Erna baru bisa duduk dengan tenang saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Acara Tahlilan untuk Bintara berjalan dengan lancar dan khidmat. Isak tangis Erna tentu saja juga ikut mengiringi acara tersebut. "Ran, besok pesan makanan lagi, ya? Pakai uang Mama, uang kamu di tabung aja. Tadi Mama lupa kasih tahu kamu, jadinya kamu pakai uangmu sendiri," ujar Erna saat Maharani baru saja mengantarnya ke kamar. "Ma, mau pakai uang siapa saja tak masalah. Aku juga istrinya Mas Bin, sudah kewajibanku juga untuk memenuhi semua kebutuhannya." Erna mengangguk mengerti. Dia juga paham perasaan Maharani. Anak sekaligus menantunya itu pasti juga sedang dilanda rasa bersalah yang mendalam, jika dengan cara begini bisa mengurangi sedikit rasa bersalahnya, Erna akan mencoba memaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN