Leon menepikan mobilnya di sebuah restoran. Hari sudah mulai malam saat itu. Nia melihat di sekitarnya dengan penuh tanda tanya. “Kenapa kita harus sejauh ini untuk makan, Leon?” Nia melepaskan seatbeltnya begitu Leon telah benar-benar memarkirkan mobilnya. “Disini tempatnya nyaman, minim pengganggu dan penguntit.” “Memangnya ada yang menguntit kita?” Nia terkejut, matanya membelalak kearah Leon. Leon tertawa geli, “Kenapa terkejut begitu?” “Ya aku bingung aja kenapa ada yang mau menguntit kita.” Wajah Nia serius, “Oh iya ya, pasti kamu takut ada orang kantor yang akan melihat kita.” Nia menjentikkan jarinya. Leon terkekeh, “Kamu itu cerdas tapi lugu.” Leon mengusap pelan rambut Nia “Ayo turun.” Leon melepaskan seatbeltnya dan keluar dari mobilnya. “Hobi banget ngacak-ngacak rambut

