Dina terbaring lemah di atas tempat tidur Rumah Sakit. Dina mencoba membuka matanya perlahan. Dina samar-samar mendengarkan suara disekitarnya. “Iya nyonya, kata dokter hanya luka sedikit di kepala non Dina.” “Apa nyah? Pindah Rumah sakit? Aduh, bibik kurang tahu nyonya.” “Nje nyonya, nanti kalau dokternya datang lagi bibik telepon nyonya. Biar nyonya yang bicara langsung dengan dokternya.” Dina menolehkan kepalanya pelan kearah sumber suara, “Bik..” panggil Dina pelan. Bik Rohma terkejut dan dengan cepat membalikkan badannya ke arah Dina. “Non sudah sadar?” Bik Rohma berjalan mendekati ranjang Dina “Ini dimana, Bik?” “Non lagi di rumah sakit. Tadi malam non kecelakaan. Terus polisi datang ke rumah ngasih kabar kalau non lagi di rumah sakit ini.” “Kepalaku sakit, Bik.” Dina mer

