Nia membuka-buka situs lowongan kerja freelance yang bisa dia lamar dan tidak mengganggu jam kerjanya di kantor. Dia harus mencari pekerjaan tambahan untuk menambah incomenya agar bisa membayar hutangnya pada Andre. Nia terus menscroll layar laptopnya. Dibukanya satu situs ke situs yang lain namun belum menemukan pekerjaan yang cocok. Nia menggaruk kepalanya. Di goyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan karena pegal terlalu lama menatap layar laptopnya. “Belum ada yang pas.” Batin Nia sambil menepuk-nepuk pelan pundaknya. Nia berdiri dari kursi kerjanya menuju jendela. Dilihatnya ke arah pemandangan langit di luar. Nia larut dalam lamunannya. Tok.. tok..tok.. Pintu ruangan Nia di ketuk oleh seseorang. Nia membalikkan tubuhnya ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang menemuinya. “

