Wajah Dina begitu ceria malam itu. dia seakan tidak percaya, baru kali ini di hari ulang tahunnya Dina kedatangan semua orang yang dicintainya dengan lengkap. Biasanya Dina hanya bisa melewatkan hari ulang tahunnya berdua dengan Nia atau bahkan hanya seorang diri. Tidak jarang Dina bahkan dengan sengaja melupakan hari ulang tahunnya karena tidak mau menikmati kesedihan dan kesepian di hari spesialnya itu, namun Nia lah yang selalu memberi kejutan padanya. Nia dan Dina adalah sahabat yang saling mengisi sejak mereka sama-sama di bangku SMA. Hari ini semua orang yang disayanginya berkumpul dan bernyanyi untuknya. “Ayo sayang dipotong kuenya.” Ucap Inneke, ibu Dina. Dina mengambil sebuat pisau kue yang ada di meja dan mulai memotong kue ulang tahunnya. Potongan ku pertamanya di letakkannya

