Cinta dengan Paksaan

1519 Kata

Dina menatap langit-langit kamarnya, “Sudah jam segini aku masih juga belum tertidur.” Dina membalikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri bergantian berusaha mendapatkan posisi tidur yang nyaman untuk tidur namun sama saja. Matanya tak kunjung bisa di pejamkan. “Arrrgghh.. ayolah mata kita kerja sama yang baik, oke? Besok aku ada urusan yang sangat penting menyangkut masa depanku.” Ucap Dina sambil terduduk. Diusapnya wajahnya dua kali kemudian kembali berbaring. Keesokan harinya, Dina terbangun dari tidurnya. Dilihatnya cahaya matahari sudah begitu terik diluar kamarnya. “Astaga, sudah jam berapa ini?” batin Dina kemudian melihat jam yang ada diatas meja di samping tempat tidurnya. “Jam 12??? Aku pasti pingsan semalam.” Dina menghelanapasnya kasar. Dina segera turun dari tempat tidurnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN