Rindu Terbayarkan

1420 Kata

Nia masih terus terduduk di kursi kerjanya sambil terus mengingat-ingat dimana ponselnya. “Besok sajalah aku ke sana lagi memeriksa apakah ponselku tertinggal di ruangan rapat atau tidak.” Nia meneruskan pekerjaannya diruang kerjanya. Hari ini lumayan banyak pekerjaan dan laporan yang harus dikerjakan Nia. Nia begitu fokus mengerjakan tugasnya sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa hari sudah mulai malam. Tok.. tok..tok.. Pintu ruangan Nia diketuk. “Masuk.” Perintah Nia “Permisi ibu, sekarang sudah pukul tujuh malam, ibu masih dikantor?” tanya Diana setelah masuk ke dalam ruangan kerja Nia. “Astaga, sudah malam rupanya.” Nia melihat jam yang ada ditangannya, “Untung kamu ingatkan. Saya juga mau pulang sebentar lagi. Kamu bisa duluan pulang, tidak apa-apa. Saya mau menyelesaikan la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN