Hari pertama Leon kembali masuk kerja setelah selesai berlibur dari Paris. Seperti biasa, Leon akan berolahraga dulu sebelum berangkat ke kantor. “Pertemuan Papa dan Nia kemarin pasti akan dijadikannya bumerang untukku.” Batin Leon sambil terus berlari di atas treadmillnya. Ucapan-ucapan Nia saat menceritakan kejadian pertemuannya dengan Artawijaya terus terngiang di pikiran Leon. Leon mengurangi kecepatan treadmillnya dan mulai berjalan perlahan selama beberapa menit, setelah itu dia benar-benar menghentikan laju treadmillnya. Dia berdiri sambil berkecak pinggang, mencoba mengatur napasnya yang menggebu. Dilihatnya kearah luar rumahnya, pikirannya melayang kemana-mana. Leon turun dari treadmillnya dan mengambil handuk kecilnya kemudian mengelap setiap keringat yang membasahi wajah dan

