Pukul delapan pagi hari, Dina sudah siap untuk pergi. “Lanjut ke rencana selanjutnya.” Ucap Dina sambil mengoreksi penampilannya. Setelah merasa puas dengan penampilannya, Dina pun turun ke lantai bawah. “Sudah makanannya, bik?” tanya Dina sambil menarik kursi di meja makan. “Sudah, non. Ini tinggal angkut aja.” Bik Rohma meletakkan tempat bekal yang sudah di bungkus dengan tas khususnya. “Oke. Makasih Bik Rohma sayang.” Dina mencubit sedikit pipi orang yang selalu ada untuknya dari dia kecil. “Aku pergi ya, Bik.” Dina pamit dengan Bik Rohma “Iya, Non. Hati-hati ya non.” Ucap Bik Rohma. Dina bergegas masuk ke dalam mobilnya. Segera dihidupkannya mobilnya dan melajukannya menuju rumah Leon. Dina berencana ingin sarapan bersama dengan orangtua Leon. Satu jam berlalu, akhirnya Dina t

