Setelah sejenak berdiam aku kembali mampu menguasai keadaan. Aku menatap tepat ke arah kamera yang terpasang pada perangkat meeting. Aku yakin dia sedang menatap wajahku dari balik layar sana. “Maaf, Pak … saya tidak berhak menceritakan seseorang tanpa seijin orang itu. Lagi pula ini adalah interview untuk bagian sekretaris bukan? Tidak ada hubungannya antara rekan berjualan ketoprak saya dengan bidang yang akan saya jalani nanti!” Aku mencoba mematahkan pertanyaan tidak pentingnya itu. “Ok, accepted. Satu pertanyaan lagi, apakah ada rencana menikah dalam waktu dekat?” “Belum, Pak!” “Calonnya sudah ada?” “Kenapa Bapak bertanya demikian? Itu privasi saya!” “Karena pekerjaan sekretaris membutuhkan totalitas! Itu merupakan salah satu hal yang akan saya pertimbangkan!” “Saya belu

