“Nona Elara, ada kiriman paket besar di depan pintu.” Suara asisten rumah tangga memecah keheningan pagi yang sejak tadi terasa sangat menekan di dalam ruang tengah. Elara bangkit dari sofa dengan gerakan kaku, merapikan blus sutra yang terasa sedikit sesak di bagian d**a. Ia melangkah menuju pintu utama, menemukan sebuah buket bunga lili putih berukuran raksasa yang diletakkan di atas meja teras. Tidak ada kartu ucapan, tidak ada nama pengirim, hanya pita hitam legam yang melilit batang-batang bunga yang tampak sangat segar. Elara mendekat, berniat mencari petunjuk tentang siapa yang cukup berani mengirimkan bunga tanpa identitas jelas ke rumahnya. Aroma bunga lili yang manis mendadak tersingkir oleh bau lain yang lebih kuat, sesuatu yang tersembunyi di balik kelopak-kelopak putih. Ia m

