bc

Hamil Sebelum Pernikahan

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
family
HE
escape while being pregnant
drama
disappearance
affair
like
intro-logo
Uraian

Rania terpaksa harus menikah dengan Galih Samudra, jodoh pilihan keluarganya tanpa mereka tahu bahwa dirinya sedang hamil. Semua itu dilakukan Rania untuk menyelamatkan bayi di dalam kandungan hasil dari hubungannya dengan Elvan, kekasihnya. Elvan pergi keluar kota tanpa bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya, membuat Rania terpaksa menikahi Galih karena dia tidak mau orang lain tahu bahwa dia hamil diluar nikah.

chap-preview
Pratinjau gratis
Hamil
"Aku … hamil?" tanya Rania tampak tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Rania merasa terpukul dengan hasil tes kehamilan yang baru saja dia lakukan. Dia tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat. Dalam kebingungan dan kepanikan, dia memegang erat alat tes tersebut, seolah-olah dengan itu dia bisa mengubah hasil yang tak diinginkannya. Pikirannya melayang ke masa lalu, mengingat semua keputusan dan tindakan yang diambil selama ini. Bagaimana bisa dia hamil? Apakah ini akibat dari kesalahan yang dia buat? Rania merasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri atas situasi ini. Rasa takut dan kegelisahan memenuhi pikirannya. Rania tahu bahwa hidupnya akan berubah drastis setelah ini. Dia akan menjadi ibu, memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengasuh dan merawat anak yang ada di dalam rahimnya. "Bagaimana ini?" tanya Rania dengan suara terisak. "Elvan … kamu harus bertanggung jawab!" Ya, Rania yakin jika bayi yang ada di dalam kandungannya adalah bayi hasil hubungannya dengan Elvan. Dia merasa menyesal karena sudah melakukan hubungan itu sampai dia hamil seperti ini. Hingga Rania tersadar dengan keadaan Elvan saat ini. Saat ini Rania masih berduka setelah kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan. Kejadian itu sudah 7 hari berlalu, tetapi Elvan tidak pernah menunjukkan batang hidungnya sekalipun. Dia bahkan tidak ada disisi Rania untuk sekedar berbela sungkawa atas apa yang terjadi padanya selama hampir satu Minggu ini. Rania baru sadar karena beberapa hari ini perasaannya sedang kacau setelah ditinggal pergi orang tua selama-lamanya. "Kemana Elvan? Tidak mungkin rasanya kalau dia tidak tahu di rumahku sedang berduka," ucap Rania yang baru sadar dengan Elvan yang tidak pernah hadir. Rania bangkit berdiri dan keluar dari kamar mandi. Sebelumnya, dia menyimpan alat tes kehamilan itu di laci kecil yang ada di kamar. Kemudian, dia berjalan menuruni tangga hendak pergi ke kamar kedua orang tuanya. Selama beberapa saat, Rania hanya diam berdiri setelah berada di depan pintu yang kini selalu tertutup rapat itu. Dia menelan saliva sebelum memberanikan diri untuk masuk ke dalamnya. Rania membuka pintu itu secara perlahan. Terlihat ruangan yang selalu rapi setiap saat. Kini ruangan itu terasa begitu hampa. Padahal baru satu Minggu kamar ini tidak diisi, tapi Rania bisa merasakan sesuatu yang berbeda, tampak terasa begitu dingin dan juga menyakitkan. Dia berjalan menuju meja rias di sudut kamar, tempat ibunya biasanya duduk sambil mengaplikasikan makeup. Rania menatap cermin di depannya, mencoba mengingat wajah ibunya yang selalu anggun dan cantik. Namun, wajah itu hanya tampak samar-samar dalam ingatannya. Rania merasa kesepian dan kehilangan. Dengan langkah ragu, Rania berjalan menuju lemari pakaian kedua orang tuanya. Dia membuka pintu lemari yang berderit pelan, mengeluarkan bau harum parfum kesukaan ibunya. Rania meraih baju yang biasa dipakai ibunya, merasakan kehangatan yang sudah lama hilang. Dia memeluk baju itu erat-erat, mencoba mencium aroma yang masih tersisa. Kemudian, Rania berjalan menuju tempat tidur di pojok ruangan. Dia duduk di pinggiran tempat tidur, merenung dalam keheningan yang menyelimuti kamar itu. Dia mencoba membayangkan ibunya berbaring di tempat tidur itu, tersenyum dan membelai rambutnya. Air mata mulai mengalir di pipi Rania, tetapi dia mengusapnya dengan cepat. Dia tidak boleh menangis sekarang, dia harus kuat. Sudah cukup Rania bersedih. Kini saatnya, Rania harus mencari tahu dimana Elvan berada. Rania duduk di sofa yang terletak di ruang keluarga sambil menghidupkan ponselnya yang mati karena beberapa hari ini dia tidak memegang ponsel. Tak berselang lama, ponselnya beberapa kali bergetar tanda sebuah pesan masuk dan beberapa kali telepon tidak terangkat. Terlihat beberapa kali Elvan mencoba meneleponnya dan dia juga mengirimkan beberapa pesan. Rania langsung membuka pesan itu karena penasaran dengan isinya. [Sayang, kamu kemana? Aku telepon kamu berkali-kali, tapi nomor teleponmu selalu tidak aktif.] [Sayang, aku mulai khawatir karena kamu tidak bisa aku hubungi sama sekali. Aku ingin datang ke rumahmu, tapi aku tidak berani bertemu dengan kedua orang tuamu.] [Sayang, apa kamu marah sampai mengabaikanku seperti ini?] [Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi beberapa hari ini kamu benar-benar tidak bisa aku hubungi. Kalau kamu memang marah silahkan saja. Aku tidak tahan dengan sikapmu yang kekanak-kanakan seperti ini. Kalau kamu mau hubungan kita berakhir sampai di sini, maka aku akan mengabulkan permintaanmu. Jika setelah pesan ini kamu tetap tidak menghubungiku. Aku anggap, hubungan kita sudah selesai.] Setelah membaca pesan terakhir dari Elvan, Rania merasakan sesuatu yang tiba-tiba mengisi pikirannya. Dalam sekejap, matanya membulat dan tatapannya terpaku pada layar ponselnya. Ia tidak dapat memercayai apa yang baru saja ia baca. Bagaimana mungkin Elvan mengatakan hal-hal seperti itu padanya? Apakah ini berarti Elvan sudah memutuskan hubungan mereka hanya karena Rania tidak pernah menghubunginya selama beberapa waktu belakangan ini? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memenuhi pikiran Rania. Rasanya sulit dipercaya bahwa Elvan bisa begitu tega meninggalkannya begitu saja. Rania merasa kesal dan marah atas sikap Elvan yang begitu dingin dan tidak peka terhadap perasaannya. Selama seminggu ini, Rania telah merasakan kekesalan dan kekosongan yang mendalam karena Elvan tidak pernah ada di sisinya. Rania merasa bahwa Elvan seharusnya tahu betapa sulitnya baginya untuk menghubunginya. Mengapa Elvan tidak pernah mencoba untuk datang ke rumahnya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi pada Rania? Rania merasa bahwa Elvan tidak memahami betapa pentingnya kehadirannya dalam hidupnya. Rasa kesal dan kecewa semakin menguasai hati Rania. Ia merasa bahwa Elvan telah mengabaikan perasaannya dan tidak menghargai hubungan mereka berdua. Namun, di balik semua kekesalan dan kecewa, Rania juga merasakan kehampaan yang mendalam. Ia merasa bahwa hubungan mereka berdua telah berakhir dengan begitu cepat dan tanpa penjelasan yang memadai. Rania merasa terluka dan kehilangan. Bagaimana mungkin segala kenangan indah yang pernah mereka bagikan bisa berakhir dengan begitu tragis? Akhirnya, setelah berjuang dengan perasaannya sendiri, Rania memutuskan untuk menghubungi Elvan. Namun, ketika ia menekan tombol panggil, ia hanya mendengar suara sibuk di seberang sana. Nomor Elvan tidak aktif! Rania mencoba berkali-kali, tetapi hasilnya tetap sama. Tidak ada cara untuk menghubungi Elvan. Rania merasa kebingungan dan khawatir. Apa yang terjadi pada Elvan? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sengaja menghindarinya? Semua pertanyaan itu menghantui pikirannya, dan ia merasa semakin gelisah dengan situasi ini. Dalam keputusasaannya, Rania mulai menggigit bibir bawahnya. Ia merasa frustasi dengan ketidakpastian ini. Setiap kali ia mencoba menghubungi Elvan, ia hanya dapat mengacaukan rambutnya dengan ketidakpuasan. Ia ingin menegur Elvan, mengatakan kepadanya bahwa tidak boleh mengakhiri hubungan hanya karena ia tidak menghubunginya. Namun, kata-kata itu terhenti di tenggorokannya. Rania merasa terjebak dalam kebuntuan emosi. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Hati dan pikirannya berkecamuk, dan ia merasa semakin terpuruk dalam kegelisahan yang tak terelakkan. "Elvan, kamu tidak bisa seperti ini padaku!" Rania berteriak frustasi.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pawang Cinta CEO Playboy

read
1.7K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.5K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
8.5K
bc

Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil

read
1.1K
bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.7K
bc

Mantan Sugar Baby

read
8.4K
bc

I Love You Dad

read
297.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook