CHAPTER 19 : A MILLION DREAMS

1943 Kata

Malam itu langit malam tampak tenang dengan rembulan bersinar terang di langit tanpa bintang. Setelah mandi air hangat dan membersihkan luka-luka yang ada di tubuhnya serta membalutnya dengan perban seadanya, Nathan kemudian segera pergi tidur. Karena otak dan tulang-tulangnya terasa ingin rontok setelah latihan habis-habisan dengan ayah dan ibu angkatnya. Namun selang dua jam kemudian, tubuhnya mendadak terasa lebih hangat dari sebelumnya, tapi anehnya ia merasa menggigil. Butiran keringat sebesar biji jagung mulai muncul dalam jumlah banyak di dahinya. Nathan mengalami demam tinggi akibat luka yang tak ditangani dengan baik hingga menimbulkan infeksi cukup parah. Ia bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya, kulit putih pucat miliknya pun memerah bak kepiting yang baru saja direbus. Dahi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN