9 Juli 1880 Hujan deras mengguyur sebuah pedesaan kumuh di pinggiran Yorkshire Utara sore itu. Seorang anak laki-laki berkemeja lusuh sedang berdiri tepat di depan jendela, menatap air hujan yang membuat pekarangan rumahnya banjir oleh genangan lumpur. Ia pun mendesah, memang rumahnya tak pantas disebut rumah tapi lebih mirip kandang hewan. Dengan atap dari jerami kering, sedangkan dinding dan lantainya terbuat dari kayu lusuh yang terkadang menimbulkan suara derit mengerikan ketika diinjak atau tertiup angin, bahkan lantai rumahnya sudah berlubang di bagian-bagian tertentu dan dari dalamnya terkadang merangkak serangga-serangga menjijikan seperti kecoak bahkan terkadang tikus juga suka berkeliaran di sudut-sudut rumah. Keluarganya terlalu miskin untuk memiliki hunian yang layak. Ia men

