Setelah kembali dari hutan, Gavin berjalan-jalan di sekitaran tenda-tenda sampai akhirnya dia mendengar suara tangis Greesa di dalam sebuah tenda. Gavin menundukkan badannya di depan tenda Greesa. “Gres, keluar dong.” Tak ada tanggapan dari Greesa. Tangis gadis itu malah semakin menjadi-jadi. “Ah. Bisa aja lo manfaatin kesempatan. Mentang-mentang orang lagi pada jurit malam, jadi lo nangis sepuasnya di sini karna nggak ada yang bakal denger.” Greesa masih saja tak mempedulikan Gavin yang tampak seperti orang gila karena berbicara sendiri di luar tenda. “Gres, ayo sini keluar,” suruh Gavin lagi. “Berisik lo! Lo aja yang masuk ke sini!” teriak Greesa dari dalam di sela-sela tangisannya. “Hah? Masuk lo bilang? Katanya nggak boleh cowok sama cewek ada dalam 1 tenda. Lo gimana, sih

