“Yok-yok, bangun!” teriak beberapa panitia. Freya sudah bangun dari tadi. Tidurnya tadi malam benar-benar tidak nyenyak. Dia masih kepikiran pada Greesa yang tiba-tiba pulang mendahului peserta yang lain. Dia juga kepikiran pada Gavin yang belum mengetahui tentang hubungan barunya dengan Nathan. Ah, semuanya benar-benar membuat kepala Freya ingin pecah. Freya duduk di depan tendanya sambil melihat beberapa panitia yang sibuk melakukan ini dan itu. Mata gadis itu tiba-tiba membulat ketika melihat Gavin sedang mengobrol asik dengan beberapa temannya. Freya bangkit dari posisi duduknya. Dia tidak tahan lagi. Semakin lama dia menyembunyikan ini dari Gavin, semakin tidak tenang hatinya. Freya berjalan ke arah Gavin. Namun, sebelum dia sampai di sana, Nathan sudah lebih dulu datang. “P

