Di luar kelas, Rayenda berjalan di koridor sambil melihat ke sekelilingnya. Ketika yakin tidak ada orang lain di sana, dia menoleh pada Deinara yang berada di sebelah kirinya. “Maksud kamu apa ngomong kayak tadi? Emangnya kenapa kalo Alika tau aku udah punya pacar? Kenapa dia nggak mau deket sama aku lagi?” tanya Rayenda yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya. “Kau ini laki-laki yang tidak peka sekali, ya. Selama ini, apa kau tidak bisa melihat kalau gadis genit itu menyukaimu?” Deinara balik bertanya. “Hah? Yang aku tau, dia adalah satu-satunya orang yang mau temenan sama aku.” “Nah, itu lah kenapa aku bilang kau itu tidak peka. Ingatlah bagaimana selama ini dia menyapamu, tersenyum padamu, mendekatimu, mau menjadi pasanganmu dalam berdialog, sering datang ke rumahmu, dan

