Tok tok tok …. Karena tertidur sangat pulas, Rayenda sampai tak mendengar suara ketukan pintu kamarnya itu. “Rayenda!” Sebuah panggilan berasal dari luar diiringi dengan ketukan pintu namun Rayenda masih tidak mendengarnya. Deinara yang mendengar itu diam saja. Dia tahu Rayenda masih sangat mengantuk dan membutuhkan waktu tidur lebih lama lagi. Karena tak kunjung mendapat jawaban dari Rayenda, akhirnya orang yang mengetuk pintu tadi membuka sendiri pintu kamar Rayenda. Rupanya itu mamanya. Mama kebingungan ketika tak melihat putranya di tempat tidur. Alis wanita itu merapat ketika mendapati Rayenda justru sedang tertidur di pojok kamarnya. “Astaga, anak itu.” Mama berjalan dan menghampiri Rayenda. Dia lalu membungkukkan badannya sambil mengguncang-guncang pelan bahu Rayenda.

