Gavin dan wali kelas berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang guru. Begitu tiba di ruangan itu, tampak ada beberapa guru yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Wali kelas kemudian duduk di bangkunya sambil meletakkan tas Gavin di atas meja dan membiarkan Gavin tetap berdiri tepat di depan mejanya. “Milik siapa alat make up ini?” tanya wali kelas. “Milik saya, Bu,” jawab Gavin. “Untuk apa kamu bawa peralatan make up ke sekolah?” “Untuk nutupin kondisi wajah saya, Bu.” Alis wali kelas merapat. “Memangnya kenapa sama wajah kamu?” Gavin agak lama tak memberi jawaban. Tampak sekali dia ragu untuk mengatakan alasannya. “Gavin?” panggil wali kelas karena tak kunjung mendapat jawaban dari siswanya itu. “Wajah saya jelek, Bu. Wajah pucat dan lingkaran hitam di baw

