Pagi itu Kiara terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke sekelilingnya yang tampak kosong dan sepi. Matanya lalu tertuju pada jam dinding. “Jam 8. Gavin pasti udah berangkat ke sekolah. Tapi, waktu itu dia bilang sekolahnya lagi ada renovasi besar-besaran. Harusnya nggak secepat itu bisa masuk sekolah lagi. Apa dia ada urusan lain, ya?” tanya Kiara pada dirinya sendiri. Pelan-pelan Kiara bangkit dari ranjangnya lalu pergi ke toilet. Sekitar 10 menit kemudian, dia kembali. Lalu, samar-samar dia mendengar banyak langkah kaki yang melewati ruang rawatnya. Karena penasaran, dia mengintipnya dari balik gorden yang menutupi jendelanya. Kiara melihat segerombolan siswa sedang berjalan di sana. Mereka memakai seragam sekolah yang sama dengan yang biasa Gavin kenakan. Tak lama kemudian seoran

