Ceklek. Pintu ruangan Kiara terbuka dan tampak Dokter Rangga datang seorang diri. Kala itu Kiara sedang bersama dengan seorang suster. “Suster masih ada keperluan sama Kiara?” tanya Dokter Rangga. “Udah nggak ada, Dok.” “Kalo gitu saya minta waktu berdua aja ya sama Kiara. Saya mau bicarain sesuatu.” “Baik, Dok.” Suster itu pergi dan menyisakan Kiara hanya bersama dengan Dokter Rangga di dalam ruangan itu. “Gimana kondisi kamu sekarang?” tanya Dokter Rangga yang belum ke topik pembicaraan intinya. “Baik, Dok.” Kepala Kiara agak tertunduk. Dia tampak masih merasa malu dan canggung setelah Dokter Rangga menyatakan perasaannya waktu itu. “Baguslah kalo kamu baik. Ngomong-ngomong, aku denger kamu bakal pindah ke luar negeri setelah anak kamu lahir, ya?” Kiara mengangguk pelan

