24 tahun kemudian. ~Aku mencintaimu, Rayenda~ ~Deinara, kamu itu hantu yang bodoh dan menyebalkan~ ~Hans, di kehidupan berikutnya, jadilah pacarku~ “Hah!” Mata Freya terbuka. “Huh. Mimpi itu lagi. Sebenarnya siapa sih itu Rayenda, Deinara dan Hans?” Masih dalam posisi terlentang di atas tempat tidur rumah sakit, Freya mengacak-ngacak rambutnya. “Argh! Bisa gila aku gara-gara 3 nama itu.” Freya bangkit dari posisi tidurnya dan mengubahnya dengan posisi duduk sekarang. Matanya mengamati seisi ruangan dengan dominan warna putih yang dipenuhi aroma obat itu. Freya menepuk jidatnya. “Oh, iya. Hampir aja aku lupa kalo lagi dirawat di rumah sakit.” Ya, sudah 2 hari ini Freya dirawat di rumah sakit. Semuanya bermula ketika untuk pertama kalinya dia pingsan saat sedang berada di sekola

