Hampir satu tahun kemudian. Sudah hampir 15 menit Gavin duduk di dalam mobilnya di bagian kemudi. Beberapa kali dia melihat jam tangannya. Jemarinya mengetuk-ngetuk stir mobil untuk mengurangi rasa gelisahnya. “Freya mana, sih? Lama banget,” keluh Gavin. Gavin mendongakkan kepalanya ke luar jendela mobil dan melihat rumah Freya yang masih belum terlihat sosok kekasihnya itu. Dia lalu menghela napas panjang untuk menambah porsi kesabarannya. “Pagi, Sayang,” ucap Freya yang akhirnya masuk ke mobil. Buk! Freya menutup pintu mobil lalu melihat ke arah Gavin sambil tersenyum. Gavin langsung menyalakan mesin mobilnya lalu menjalankannya dengan agak cepat. “Lama amat siap-siapnya, Frey,” kata Gavin sambil fokus menyetir. “Hehehe. Maaf, ya. Gue harus siapin banyak barang dan past

