Pagi itu di kelas, pelajaran baru saja akan dimulai. Guru yang mengajar saat itu sedang memanggil satu per satu nama siswanya untuk mengisi buku kehadiran. Di meja pojok kiri belakang, Freya duduk tegap sambil fokus melihat dan mendengar guru yang sedang mengabsen agar dia bisa mendengar ketika namanya disebut nanti. Di sisi lain, Gavin duduk sambil menopang dagunya di atas meja dengan kepala menghadap pada Freya. Laki-laki itu memperhatikan wajah kekasihnya sambil tersenyum. “Gavin Sanjaya,” panggil guru. Tak ada jawaban. Freya melihat pada Gavin lalu menepuk-nepuk tangan laki-laki itu. “Vin, nama lo dipanggil, tuh.” Gavin hanya diam. Tampaknya dia terlalu fokus mengagumi wajah Freya sampai tidak mendengar suara guru dan Freya yang memanggilnya. “Gavin!” teriak guru. Gavin

