Orang asing yang berdiri di sebelah pintu kemudian berjalan sedikit ke arah pintu untuk segera pergi menjemput Kiara di rumah sakit. Namun, dengan kaki pincangnya Gavin berlari dan langsung berdiri di pintu sambil merentangkan tangannya untuk menghalangi jalan orang asing itu. “Gavin, menyingkir dari sana,” titah ayahnya. “Jangan apa-apain Kiara, Pa. Aku yang bawa dia ke makamnya Mayu.” Mata ayahnya menyipit. “Ngapain kamu bawa dia ke sana?” “Kondisinya memburuk dan aku tau salah satu penyebabnya karna dia nggak bisa tenang mikirin Mayu. Supaya kondisinya nggak makin memburuk, jadi aku bawa dia ke sana.” Ibunya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kamu ini bener-bener keterlaluan ya, Vin. Gara-gara tindakan kamu, hampir aja Mama sama Papa mau lenyapin Kiara padahal dia ke makam Mayu itu

