Abed menghentikan mobilnya ketika Freya memintanya berhenti karena mereka telah tiba di depan rumah megah milik keluarga Gavin. “Mau Papa temenin ke sana?” tanya Abed. “Ih, Papa. Jangan, dong. Papa mau jadi obat nyamuk di antara aku dan Gavin?” “Lho. Tunggu-tunggu. Emang kamu mau ngapain sama Gavin? Terus pacar kamu yang tadi ….” “Kami udah putus, Pa.” “Lho. Kok cepet banget? Kapan kalian mulai pacaran?” “Astaga, Pa. Kalo Papa ngajak aku ngobrol terus, kapan aku bisa ketemu sama Gavin? Perasaan aku udah makin nggak enak, Pa.” “Oh, hehe. Iya, Sayang, iya. Papa diem sekarang.” Freya memanyunkan bibirnya lalu membuka pintu mobil dan keluar dari sana. Kedua tangannya saling meremas. Semakin dekat jaraknya dengan rumah itu, semakin tidak enak perasaannya. Ketika tiba tepat di depa

