"Ayo miring, badannya ditekuk, Bu." Salah seorang dari mereka membantu Rashi berubah posisi dari terlentang menjadi miring. Rashi pun berusaha memiringkan dirinya sendiri. Ia juga berusaha menekuk badannya sesuai dengan apa yang diperintahkan tim medis. Meskipun sangat sulit karena ukuran perutnya yang besar. "Kurang miring, Bu. Ayo ditekuk lagi." Rashi segera bersungut tentu saja. Seenak jidat saja menyuruh seperti itu. Tidak merasakan berada di posisi Rashi. Dua orang dari mereka membantu Rashi menekuk dan mendorong kuat bagian punggungnya. Satu orang mambantu Rashi menekuk pahanya ke dalam, hingga tubuhnya melengkung sempurna, menyerupai hewan trenggiling. Rashi sedang sangat marah sekaligus khawatir. Ia sedang memikirkan nasib baby B di dalam sana. Bahkan ia selalu berhati-hati dal

