"Gimana, Sayang?" Barra mencoba meminta pendapat Rashi. Rashi hanya diam seribu bahasa. Terbayang rentetan perjuangannya demi bisa melahirkan normal, terhitung sejak kandungannya usia 2 bulan. Di awal kehamilan, Rashi sering mengalami flek. Ketika periksa ke dokter kandungan, ternyata plasenta bayinya letak rendah, salah satu jenis plasenta Previa. Salah satu komplikasi kehamilan yang bisa saja serius jika tidak segera ditangani. Rashi diharuskan untuk bed rest selama satu bulan lamanya. Benar-benar tidak boleh turun dari ranjang kecuali untuk mandi dan buang air. Rashi juga diharuskan minum obat penguat kandungan. Rashi memikirkan apakah sekarang ini Tuhan sedang mengabulkan doanya? Doa ingin sakit dalam kurun waktu yang lama, dan sakitnya parah. Tapi kan bukan sakit semacam ini yang

