••• Seorang pria berdiri menatap nanar selembar foto yang tengah dipegangnya, satu tangannya masih setia didalam saku celananya, kaca hitam yang bertengger dihidungnya tidak berniat untuk dilepas. Tubuh kokoh itu tampak bergetar, sesuatu yang dibalik kaca mata hitamnya telah berkaca kaca. Tes Tes Tes Air matanya mulai mengalir, seolah tak tahan berdiam terlalu lama. Wajah sedihnya sangat tidak pantas untuk perawakan besar seperti itu. Rambutnya tampak rapi, dengan setelan jasnya. Namun hatinya begitu hancur, tubuhnya seolah bukan dirinya yang mengendalikan, jiwanya telah mati, mengikuti jejak Istri tersayangnya. Hidupnya hanya untuk balas dendam, namun lagi lagi takdir membuatnya berpikir dua kali sebelum melakukan. Tubuh kekarnya semakin bergetar, tangisnya terdengar lirih, dan

