•••• "Bayimu tampan sekali Marsha, lihatlah matanya berwarna abu-abu" semua orang yang berada di ruangan Zac tersenyum haru. Sesekali mereka menyeka air matanya. Bayi Marsha membuat semua orang terhibur, namun disisi lain juga sangat prihatin dengan nasib anak itu kelak. Melihat Zac yang tak lain adalah Daddy-nya tak kunjung membuka kedua matanya. Marsha hanya tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca. Wanita itu mengalihkan pandangannya menatap Zac. Diusapnya kepala Pria itu dengan sayang. "Marsha" Marsha menoleh kearah sumber suara. Terlihat Adam tersenyum kepadanya. "Maafkan aku" tunduk Adam. Marsha tersenyum lalu menggeleng pelan. "Lupakan yang tadi Dam, aku sudah memaafkanmu" mata Adam berbinar. Senyum diwajahnya semakin mengembang "Benarkah?" Marsha lalu mengangguk disertai senyumn

