“Kapan kamu balik ke Malaysia?” Marco melirik Philip tak suka sembari menyesap Americano-nya. Setelah meletakkan cangkirnya, baru Marco menatap sengit pada adik semata wayangnya. “Kamu nggak suka aku lama-lama di sini?” tuduh Marco sengit. “Santai, Co, aku cuma nanya. Nggak usah sewot,” kilah Philip cepat. “Kerjaan kamu di Malaysia gimana, Co? Bisa aja ditinggal segitu lamanya?” “Ada asisten yang ngurusin semua itu. Aku juga bukannya lepas sama sekali. Setiap hari aku juga ngurus kerjaan walaupun kelihatannya aku nggak gitu.” Karena Marco terlihat kesal, Philip memilih mencari bahan pembicaraan netral lainnya sebelum mencoba memancing Marco mengakui perasaannya. “Omong-omong, apa sekarang kamu punya kekasih?” tanya Philip sambil lalu. “Kenapa

