Marco mengumpat kesal saat melihat tidak ada penerbangan yang tersisa malam ini. Gusar, Marco kembali mencari tiket dari aplikasi online dalam ponselnya. Setelah menemukan penerbangan terpagi yang tersedia untuk keesokan harinya, tanpa pikir panjang, Marco langsung memilih penerbangan itu. Setelah proses pembelian tiket onlinenya selesai, Marco melemparkan ponselnya ke tempat duduk penumpang di mobilnya. Dengan mata nyalang, Marco mulai bersandar di joknya. Demi Tuhan. Apa yang baru saja terjadi? Terus terang, Marco belum bisa percaya dengan apa yang baru saja diceritakan Philip padanya. Dia sama sekali tidak menyangka Philip bisa melakukan sandiwara konyol yang membuatnya sakit kepala selama beberapa minggu terakhir ini. Tunggu, dia bahkan belum tahu kenapa Philip sam

