Marco lagi, Marco lagi. Alexa berdecak pelan begitu melihat sosok Marco sudah menunggu di depan pintu apartemennya ketika dia kembali ke apartemen malam itu. Selama beberapa detik, Alexa sempat berpikir untuk kembali masuk ke lift dan berkeliling Jakarta selama beberapa jam agar tidak perlu menemui pria satu itu. Namun saat tak sengaja matanya bersiborok dengan mata Marco, Alexa tahu dia sudah terlambat untuk kabur. Pasrah, wanita itu melangkah percaya diri mendekati pintu apartemennya. “Aku heran, apa sih yang kamu lakukan sehingga Philip bisa begitu tergila-gila padamu?” Pertanyaan itu sudah dilontarkan Marco bahkan sebelum Alexa tiba di depan unitnya. Bersikap seolah tidak ada yang mengajaknya bicara, Alexa mengambil kunci apartemennya dan mulai membuka apartemennya

