“Are you ok, Lex?” Alexa mendongak kaget saat sapaan itu terdengar di telinganya. Reflek, Alexa menatap Philip yang sudah berada di hadapannya dan buru-buru tersenyum untuk menutupi kekagetannya. Ah, sial, sepertinya dia terlalu larut dalam lamunannya sehingga dia tidak mendengar sama sekali ketika Philip memasuki ruang kerjanya. “Well, pernah lebih baik, tapi gue akan baik-baik aja,” jawab Alexa sebelum kembali mencoret-coret selembar kertas seperti yang dilakukannya sambil melamun sebelum Philip mengejutkannya barusan. Philip menghembuskan nafas panjang lalu bersandar di kursinya sambil menatap Alexa. Rasa bersalah perlahan menyelinap di hatinya. Melihat Alexa yang jelas tidak dalam keadaan baik-baik saja membuatnya ikut terluka. Seandainya saja dia tidak mengusulkan s

