Chapter 20

1699 Kata

    Seumur hidupnya, belum pernah Alexa merasakan sakit hati yang teramat sangat seperti yang sedang dialaminya kini. Amarah, kecewa, rasa tersinggung dan patah hati berbaur menjadi satu dalam hatinya. Perlakuan Marco terhadapnya hari ini sudah benar-benar keterlaluan. Marco boleh membencinya karena menganggapnya mengkhianati adiknya, tapi Marco tidak berhak mempermainkan perasaannya seperti ini!     Tanpa sadar, air mata mulai merembes turun ke pipi Alexa. Dalam hitungan detik, air matanya berubah deras. Sekalipun berulang kali Alexa menyeka air matanya, stok air matanya seolah tidak pernah habis. Semakin Alexa mencoba menghentikan air mata yang terus-terusan mengalir dari matanya, semakin deras pula air mata itu turun.     “Lex…. Tolong jangan begini,” kata Philip lirih.         Phil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN