Chapter 21

1419 Kata

   Dering weker itu membangunkan Alexa yang setengah tidur menjadi terjaga sepenuhnya. Dengan enggan, ditekannya tombol wekernya sehingga benda kecil itu berhenti berteriak.    Alexa membuka selimutnya dan bersandar di tepian ranjang. Kepalanya agak pening. Rasanya hampir semalaman Alexa menangis. Tidurpun sama sekali tak nyenyak. Hingga pagi seperti ini pun, Alexa yakin dia hanya setengah tertidur. Tubuhnya luar biasa letih.    Sekalipun lemas, Alexa memaksakan dirinya pergi ke kamar mandi. Dia lebih memilih menghabiskan waktunya di kantor daripada seharian di rumah, yang berpotensi akan mengingatkannya kembali pada perbuatan keterlaluan Marco.    Untuk sesaat, kejadian semalam sempat melambungkan hatinya. Marco tiba-tiba menciumnya. Dari ciumannya, Alexa sempat berharap Marco punya p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN