“Jadi nama gadis itu Finna?” Philip menggangguk dengan dongkol. “Dia cantik.” Reflek, Philip menoleh cepat ke arah Alexa. “Dari mana lo tahu?” Alexa tersenyum miris. “Gue pernah melihat fotonya. Jujur saja, sebenarnya dia itu wanita yang ingin dijodohkan Tante Rosa pada kakak lo. Tapi entah kenapa, kakak lo justru ngenalin lo ke gadis itu. Dan perlu lo tahu, Lip, siang tadi kakak lo yang tercinta itu tiba-tiba datang ke kantor dan narik gue buat ngikuti dia. Ternyata dia ngajak gue ke sebuah restoran hanya supaya gue bisa mergoki lo dan wanita itu di sana. Kakak lo itu rada psiko ya.” Philip mengumpat pelan. “Dia benar-benar sinting. Gue pikir dia hanya ngejebak gue dan ngejodohin gue, tapi ternyata dia juga ngajak lo buat mergoki gue. Apa sih yang dia pikirkan

