“Ikut aku!” Suara bariton itu mendadak terdengar keras di ruangannya. Alexa mengernyit saat mengenali suara milik Marco. Lagi-lagi pria itu menerobos tanpa ijin ke ruangannya. Dengan tak acuh, Alexa mengalihkan matanya dari tumpukan dokumen yang harus ditandatanganinya, ke arah Marco yang kini sudah berdiri tepat di depan meja kerjanya. “Ikut aku sekarang!” ulang Marco tidak sabar. Alexa mendesah lelah. Entah apa lagi yang diinginkan pria satu ini sekarang. “Kenapa aku harus ikut kamu?” tanya Alexa heran. “Ikut saja. Nanti kamu juga akan tahu.” Alexa kembali menekuni dokumennya. “Sori, aku nggak bisa ikut. Aku sibuk.” Tanpa banyak bicara, Marco memutari meja Alexa lalu menggenggam pergelangan tangan Alexa dan menarik wanita itu untuk mengikutinya. Alexa

